Sen

08

Peb

2010

Harimau Sumatera Tinggal 300 Ekor
Ditulis oleh Luzi Diamanda    PDF Cetak Email
Pekanbaru, 8/2 (Media9) - Harimau Sumatera (panthera tigris sumatrae) merupakan salah satu satwa yang dilindungi. Sayang hewan ini jumlahnya secara drastis cepat menurun. Saat ini disluruh Pulau Sumatera diperkirakan jumlah Harimau ini hanya 300 ekor.

Di Provinsi Riau hewan ini diprediksi akan punah pada tahun 2015, akibat kehilangan habitat dan perburuan yang hingga kini terus menjadi ancaman utama.

"Dengan kondisi ancaman yang ada sekarang, harimau Sumatera di Riau diperkirakan bisa punah lima tahun lagi. Hal itu bisa berawal dari kepunahan ekosistem, dimana harimau yang tersisa tidak memungkinkan lagi untuk berkembang biak," kata Koordinator Monitoring Perdagangan Satwa WWF Riau, Osmantri, dalam sebuah diskusi di Pekanbaru, Minggu.

Berdasarkan data WWF, jumlah harimau yang berhasil diidentifikasi berdasarkan belangnya tinggal 30 ekor atau sekitar 10 persen dari jumlah populasi satwa liar itu di Pulau Sumatera.

"Ancaman dari hilangnya habitat dan perburuan tidak sebanding dengan kemampuan harimau untuk berkembang biak. Seekor harimau betina diperkirakan bisa hidup di alam liar selama 15 tahun. Selama masa hidupnya, tiap individu hanya bisa melahirkan sebanyak tiga kali, tetapi cuma dua ekor anak harimau yang bisa bertahan sampai dewasa," kata Osmantri.

Osmantri mengatakan, lemahnya penegakan hukum menjadi penyebab sulitnya memberantas aktivitas perburuan harimau. Selama kurun waktu 1998 hingga 2009, telah ada sebanyak 46 ekor harimau ditemukan mati akibat konflik dengan manusia dan perburuan. Artinya, bisa dikatakan rata-rata sebanyak tujuh ekor harimau mati di Riau setiap tahun.

"Penegakan hukum terhadap perburuan dan pembunuhan harimau di Riau paling lemah diantara daerah lainnya di Sumatera," lanjut Osmantri.

Untuk perdagangan kulit harimau, ujar Osmantri, biasa menggunakan jaringan antarprovinsi yang terjalin sangat rapi dan sulit dilacak. Jaringan perdagangan itu kerap dilindungi oleh oknum pemerintah hingga pemodal besar yang bermuara ke Singapura dan Malaysia.

Ia memperkirakan hingga kini ada sedikitnya 24 pemburu harimau aktif yang menyalurkan hasil buruan ke 34 penampung dari yang kecil hingga penampung besar. Di Pekanbaru, sedikitnya ada sembilan toko emas dan dua toko obat cina yang menjual bagian tubuh harimau dengan leluasa.

Untuk perdagangan kulit harimau, biasa menggunakan jaringan antarprovinsi yang terjalin sangat rapi dan sulit dilacak.

Osmantri memperkirakan, hingga kini ada sedikitnya 24 pemburu harimau aktif yang menyalurkan hasil buruan ke 34 penampung dari yang kecil hingga penampung besar.***luz

Komentar (0)

RSS komen.

Tulis komentar.

kecilkan | besarkan
security image
Masukkan Security Code.

busy

 
Iklan